Pemindahan Penderita

Berdasarkan dilema keselamatan, pengangkatan dan pemindahan penderita dibagi menjadi 2 (dua) macam yakni pemindahan darurat dan pemindahan biasa (tidak darurat). Yang dimaksud dengan darurat di sini bukan pada dilema peralatan, namun pada dilema keadaan dan situasi di tempat kejadian.

Pemindahan Darurat

Lakukan pemindahan darurat hanya jikalau ada ancaman segera terhadap penderita ataupun penolong dan juga jikalau penderita menghalangi susukan ke penderita lainnya. Tindakan ini sanggup dilakukan tanpa dimulai dengan evaluasi dini (respon, nafas dan nadi) mengingat faktor ancaman dan resiko di tempat kejadian.

Pemindahan ini juga sanggup mengakibatkan resiko bertambah parahnya cedera penderita terutama penderita yang mengalami cedera spinal (tulang belakang mulai dari tulang leher hingga tulang ekor).

Contoh pemindahan darurat antara lain :

  1. Tarikan Lengan

    Posisikan tubuh penolong di atas kepala penderita. Kemudian masukkan lengan di bawah ketiak penderita dan pegang lengan bawah penderita. Selanjutnya silangkan kedua lengan penderita di depan dada dan tarik penderita menuju tempat aman. Hat-hati terhadap kaki penderita yang mungkin akan membentur benda di sekitar lokasi kejadian.

  2. Tarikan Bahu

    Cara ini berbahaya bagi penderita cedera spinal (tulang belakang dari tulang leher hingga tulang ekor). Posisikan penolong berlutut di atas kepala penderita. Masukkan kedua lengan di bawah ketiak penderita kemudian tarik ke belakang.

  3. Tarikan Baju

    Pertama ikat kedua tangan penderita di atas dada memakai kain (pembalut). Kemudian cengkram baju penderita di kawasan baju dan tarik di bawah kepala penderita untuk penyokong dan pegangan untuk menarik penderita ke tempat aman.

  4. Tarikan Selimut

    Apabila penderita telah berbaring di atas selimut atau sejenisnya, maka lipat cuilan selimut yang berada di cuilan kepala penderita kemudian tarik penderita ke tempat yang aman. Supaya penderita tidak bergeser dari atas selimut, maka sanggup dibentuk simpul di ujung selimut cuilan kaki penderita.

  5. Tarikan Menjulang

    Cara ini umumnya dipakai oleh petugas pemadam kebakaran yakni dengan menggendong penderita di belakang punggung penolong dengan cara mengangkat kemudian membopong penderita

Pemindahan Biasa (Tidak Darurat)

Pemindahan biasa (tidak darurat) sanggup dilakukan dikala :

  1. Penilaian awal (penilaian dini dan evaluasi fisik) sudah dilakukan.
  2. Denyut nadi dan pernafasan stabil.
  3. Perdarahan sudah dikendalikan.
  4. Tidak ada cedera leher.
  5. Semua patah tulang sudah diimobilisasi.

Contoh pemindahan biasa (tidak darurat) :

  1. Teknik Angkat Langsung

    Teknik ini dilakukan oleh 3 (tiga) orang terutama pada penderita yang mempunyai berat tubuh tinggi dan atau jikalau tandu tidak di sanggup di lokasi kejadian.

    • Ketiga penolong berlutut di sisi penderita yang paling sedikit mengalami cedera.
    • Penolong pertama menyisipkan satu lengan di bawah leher dan pundak lengan penderita, kemudian lengan satunya disisipkan di bawah punggung penderita.
    • Penolong ke dua menyisipkan lengannya di bawah punggung dan bokong penderita.
    • Penolong ke tiga satu lengan disisipkan di bawah bokong penderita dan lengan satunya di bawah lutut penderita.
    • Penderita siap diangkat dengan satu aba-aba.
    • Angkat penderita di atas lutut ketiga penolong secara bersamaan. Jika terdapat tandu, maka penolong lain menyiapkan tandu di bawah penderita kemudian meletakkan penderita di atas tandu dengan satu aba-aba.
    • Jika tidak terdapat tandu untuk pemindahan penderita, maka miringkan penderita di atas dada ketiga penolong kemudian ketiga penolong bangun bahu-membahu dengan satu aba-aba.
    • Ketiga penolong memindahkan penderita dengan melangkah sedikit demi sedikit dengan satu aba-aba.
  2. Pemindahan Dengan Tandu

    Dilakukan oleh 2 (dua) penolong.

    • Kedua penolong berjongkok di masing-masing ujung tandu menghadap ke arah yang sama (ujung kaki penderita sebagai arah depan).
    • Penolong memposisikan kaki pada jarak yang sempurna kemudian menggenggam pegangan tandu dengan erat.
    • Punggung lurus, kepala menghadap ke depan dengan posisi netral.
    • Kencangkan otot punggung dan perut penolong dan angkat tandu dengan satu aba-aba.
    • Pindahkan penderita ke tempat yang kondusif dengan satu aba-aba.
    • Turunkan penderita secara hati-hati dengan mengulang langkah-langkah di atas secara mundur (berkebalikan).
  3. Teknik Angkat Anggota Gerak

    Dilakukan oleh 2 (dua) orang penolong.

    • Masing-masing penolong berjongkok berhadap-hadapan, penolong pertama di ujung kepala penderita, penolong kedua di antara kaki penderita.
    • Penolong pertama mengangkat kedua lengan penderita dengan kedua tangannya.
    • Penolong ke dua mengangkat kedua lutut penderita.
    • Kedua penolong bangun secara bersamaan dengan satu isyarat dan mulai memindahkan penderita ke tempat aman.

Peralatan Pemindahan Penderita

Related : Pemindahan Penderita

0 Komentar untuk "Pemindahan Penderita"

DUKUNG KAMI

SAWER Ngopi Disini.! Merasa Terbantu Dengan artikel ini? Ayo Traktir Kopi Dengan Cara Berbagi Donasi. Agar Kami Tambah Semangat. Terimakasih :)
close
close