Al-Qur'an Surat Ke-30. Qs. Ar-Rum (Bangsa Romawi) 60 Ayat Terjemahan Bahasa Indonesia

Surat ke-30. QS. Ar-Rum (Bangsa Romawi) 60 ayat:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الٓمّٓ
Alif-Laaam-Miiim
1. Alif Lam Mim

غُلِبَتِ الرُّوۡمُۙ‏
Ghulibatir Ruum
2. Bangsa Romawi sudah dikalahkan,

فِىۡۤ اَدۡنَى الۡاَرۡضِ وَهُمۡ مِّنۡۢ بَعۡدِ غَلَبِهِمۡ سَيَغۡلِبُوۡنَۙ
Fiii adnal ardi wa hummim ba'di ghalabihim sa ya ghlibuun
3. di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang,

فِىۡ بِضۡعِ سِنِيۡنَ ؕ لِلّٰهِ الۡاَمۡرُ مِنۡ قَبۡلُ وَمِنۡۢ بَعۡدُ ؕ وَيَوۡمَٮِٕذٍ يَّفۡرَحُ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ
Fii bid'i siniin; lillaahil amru min qablu wa mim ba'd; wa yawma'iziny yafrahul mu'minuun
4. dalam bertahun-tahun (lagi). Bagi Allah-lah masalah sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,

بِنَصۡرِ اللّٰهِ‌ؕ يَنۡصُرُ مَنۡ يَّشَآءُ ؕ وَهُوَ الۡعَزِيۡزُ الرَّحِيۡمُۙ
Binasril laa; yansuru mai yashaaa'u wa Huwal 'Aziizur Rahiim
5. lantaran pemberian Allah. Dia membantu siapa yang Dia kehendaki. Dia Mahaperkasa, Maha Penyayang.

وَعۡدَ اللّٰهِ‌ؕ لَا يُخۡلِفُ اللّٰهُ وَعۡدَهٗ وَلٰـكِنَّ اَكۡثَرَ النَّاسِ لَا يَعۡلَمُوۡنَ
Wa'dal laahi laa yukhliful laahu wa'dahuu wa laakin na aksaran naasi laa ya'lamuun
6. (Itulah) akad Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, namun pada biasanya insan tidak mengetahui.

يَعۡلَمُوۡنَ ظَاهِرًا مِّنَ الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا ‌ۖۚ وَهُمۡ عَنِ الۡاٰخِرَةِ هُمۡ غٰفِلُوۡنَ‏
Ya'lamuuna zaahiram minal hayaatid dunya wa hum 'anil Aakhirati hum ghaafiluun
7. Mereka mengenali yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) alam abadi mereka lalai.

اَوَلَمۡ يَتَفَكَّرُوۡا فِىۡۤ اَنۡفُسِهِمۡ مَا خَلَقَ اللّٰهُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَاۤ اِلَّا بِالۡحَقِّ وَاَجَلٍ مُّسَمًّى‌ؕ وَ اِنَّ كَثِيۡرًا مِّنَ النَّاسِ بِلِقَآئِ رَبِّهِمۡ لَـكٰفِرُوۡنَ
Awalam yatafakkaruu fiii anfusihim; maa khalaqal laahus samaawaati wal arda wa maa bainahumaaa illaa bil haqqi wa ajalim musammaa; wa inna kasiiram minan naasi biliqooa'i Rabbihim lakaafiruun
8. Dan mengapa mereka tidak menimbang-nimbang wacana (kejadian) diri mereka? Allah tidak bikin langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan bahwasanya pada biasanya di antara insan betul-betul mengingkari konferensi dengan Tuhannya.

اَوَلَمۡ يَسِيۡرُوۡا فِى الۡاَرۡضِ فَيَنۡظُرُوۡا كَيۡفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِهِمۡ‌ؕ كَانُوۡۤا اَشَدَّ مِنۡهُمۡ قُوَّةً وَّاَثَارُوا الۡاَرۡضَ وَعَمَرُوۡهَاۤ اَكۡثَرَ مِمَّا عَمَرُوۡهَا وَجَآءَتۡهُمۡ رُسُلُهُمۡ بِالۡبَيِّنٰتِ‌ ؕ فَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظۡلِمَهُمۡ وَلٰـكِنۡ كَانُوۡۤا اَنۡفُسَهُمۡ يَظۡلِمُوۡنَ
Awalm yasiiruu fil ardi fa-yanzuruu kaifa kaana 'aaqibatul laziina min qablihim; kaanuuu ashadda minhhum quwwatanw wa asaarul arda wa 'amaruuhaaa abjad mimmaa 'amaruuhaa wa jaaa'athum Rusuluhum bil baiyinaati famaa kaanal laahu liyazli mahum wa laakin ka
9. Dan tidakkah mereka bepergian di bumi kemudian menyaksikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih mempunyai pengaruh dari mereka (sendiri) dan mereka sudah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melampaui apa yang sudah mereka makmurkan. Dan sudah tiba terhadap mereka rasul-rasul mereka dengan menenteng bukti-bukti yang jelas. Maka Allah sama sekali tidak berlaku zhalim terhadap mereka, namun merekalah yang berlaku zhalim terhadap diri mereka sendiri.

ثُمَّ كَانَ عَاقِبَةَ الَّذِيۡنَ اَسَآءُوا السُّوۡٓآٰى اَنۡ كَذَّبُوۡا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَكَانُوۡا بِهَا يَسۡتَهۡزِءُوۡنَ
Summa kaana'aaqibatal laziina asaaa'us suuu aaa an kazzabuu bi aayaatil laahi wa kaanuu bihaa yastahzi'uun
10. Kemudian, azab yang lebih buruk yakni kesudahan bagi orang-orang yang melakukan kejahatan. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka senantiasa memperolok-olokkannya.

اَللّٰهُ يَـبۡدَؤُا الۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيۡدُهٗ ثُمَّ اِلَيۡهِ تُرۡجَعُوۡنَ
Allaahu yabda'ul khalqa summa yu'iiduhuu summa ilaihi turja'uun
11. Allah yang mengawali penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya kembali; kemudian kepada-Nya kau dikembalikan.

وَيَوۡمَ تَقُوۡمُ السَّاعَةُ يُبۡلِسُ الۡمُجۡرِمُوۡنَ
Wa yawma taquumus Saa'atu yublisul mujrimuun
12. Dan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, orang-orang yang berdosa (kaum musyrik) termangu berputus asa.

وَلَمۡ يَكُنۡ لَّهُمۡ مِّنۡ شُرَكَآٮِٕهِمۡ شُفَعٰٓؤُا وَكَانُوۡا بِشُرَكَآٮِٕهِمۡ كٰفِرِيۡنَ
Wa lam yakul lahum min shurakaaa'ihim shufa'aaa'u wa kaanuu bishurakaaa'ihim kaafiriin
13. Dan sulit dipercayai ada pemberi syafaat (pertolongan) bagi mereka dari berhala-berhala mereka, sedangkan mereka mengingkari berhala-berhala mereka itu.

وَيَوۡمَ تَقُوۡمُ السَّاعَةُ يَوۡمَٮِٕذٍ يَّتَفَرَّقُوۡنَ‏
Wa Yawma taquumus Saa'atu Yawma'iziny yatafarraquun
14. Dan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, pada hari itu insan terpecah-pecah (dalam kelompok).

فَاَمَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَهُمۡ فِىۡ رَوۡضَةٍ يُّحۡبَرُوۡنَ‏
Fa ammal laziina aamanuu wa 'amilus saalihaati fahum fii rawdatiny yuhbaruun
15. Maka adapun orang-orang yang beriman dan melakukan kebajikan, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.

وَاَمَّا الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا وَكَذَّبُوۡا بِاٰيٰتِنَا وَلِقَآئِ الۡاٰخِرَةِ فَاُولٰٓٮِٕكَ فِى الۡعَذَابِ مُحۡضَرُوۡنَ
Wa ammal laziina kafaruu wa kazzabuu bi-Aayaatinaa wa liqooa'il Aakhirati faulaaa'ika fil'azaabi muhdaruun
16. Dan adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta (mendustakan) konferensi hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam azab (neraka).

فَسُبۡحٰنَ اللّٰهِ حِيۡنَ تُمۡسُوۡنَ وَحِيۡنَ تُصۡبِحُوۡنَ
Fa Subhaanal laahi hiina tumsuuna wa hiina tusbihuun
17. Maka bertasbihlah terhadap Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh),

وَلَـهُ الۡحَمۡدُ فِىۡ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَعَشِيًّا وَّحِيۡنَ تُظۡهِرُوۡنَ
Wa lahul hamdu fis samaawaati wal ardi wa 'ashiyyanw wa hiina tuzhiruun
18. dan segala puji bagi-Nya baik di langit, di bumi, pada malam hari dan pada waktu zuhur (tengah hari).

يُخۡرِجُ الۡحَـىَّ مِنَ الۡمَيِّتِ وَيُخۡرِجُ الۡمَيِّتَ مِنَ الۡحَـىِّ وَيُحۡىِ الۡاَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا ‌ؕ وَكَذٰلِكَ تُخۡرَجُوۡنَ
Yukhrijul haiya minal maiyiti wa yukhrijul maiyita minal haiyi wa yuhyil arda ba'da mawtihaa; wa kazaalika tukhrajuun
19. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menggugah bumi setelah mati (kering). Dan seumpama itulah kau akan dikeluarkan (dari kubur).

وَمِنۡ اٰيٰتِهٖۤ اَنۡ خَلَقَكُمۡ مِّنۡ تُرَابٍ ثُمَّ اِذَاۤ اَنۡتُمۡ بَشَرٌ تَنۡتَشِرُوۡنَ
Wa min Aayaatihiii an khalaqakum min turaabin summa izaaa antum basharun tantashiruun
20. Dan di antara gejala (kebesaran)-Nya merupakan Dia bikin kau dari tanah, kemudian tiba-tiba kau (menjadi) insan yang meningkat biak.

وَمِنۡ اٰيٰتِهٖۤ اَنۡ خَلَقَ لَكُمۡ مِّنۡ اَنۡفُسِكُمۡ اَزۡوَاجًا لِّتَسۡكُنُوۡۤا اِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُمۡ مَّوَدَّةً وَّرَحۡمَةً  ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰ لِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوۡمٍ يَّتَفَكَّرُوۡنَ
Wa min Aayaatihiii an khalaqa lakum min anfusikum azwaajal litaskunuuu ilaihaa wa ja'ala bainakum mawad datanw wa rahmah; inna fii zaalika la Aayaatil liqawminy yatafakkaruun
21. Dan di antara gejala (kebesaran)-Nya merupakan Dia bikin pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, mudah-mudahan kau condong dan merasa nyaman kepadanya, dan Dia membuat di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu betul-betul terdapat gejala (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

وَمِنۡ اٰيٰتِهٖ خَلۡقُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَاخۡتِلَافُ اَلۡسِنَتِكُمۡ وَاَلۡوَانِكُمۡ‌ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّلۡعٰلِمِيۡنَ
Wa min Aayaatihii khalqus samaawaati wal aardi wakhtilaafu alsinatikum wa alwaanikum; inna fii zaalika la Aayaatil lil'aalimiin
22. Dan di antara gejala (kebesaran)-Nya merupakan penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu betul-betul terdapat gejala bagi orang-orang yang mengetahui.

وَمِنۡ اٰيٰتِهٖ مَنَامُكُمۡ بِالَّيۡلِ وَالنَّهَارِ وَابۡتِغَآؤُكُمۡ مِّنۡ فَضۡلِهٖ‌ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوۡمٍ يَّسۡمَعُوۡنَ
Wa min Aayaatihii manaamukum bil laili wannahaari wabtighaaa'ukum min fadlih; inna fii zaalika la Aayaatil liqawminy yasma'uun
23. Dan di antara gejala (kebesaran)-Nya merupakan tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu betul-betul terdapat gejala bagi kaum yang mendengarkan.

وَمِنۡ اٰيٰتِهٖ يُرِيۡكُمُ الۡبَرۡقَ خَوۡفًا وَّطَمَعًا وَّيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَيُحۡىٖ بِهِ الۡاَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا ‌ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوۡمٍ يَّعۡقِلُوۡنَ
Wa min Aayaatihii yuriikumul barqa khawfanw wa tama'anw wa yunazzilu minas samaaa'i maaa'an fa yuhyii bihil arda ba'da mawtihaaa inna fii zaalika la Aayaatil liqawminy ya'qiluun
24. Dan di antara gejala (kebesaran)-Nya, Dia menampilkan kilat kepadamu untuk (menimbulkan) cemas dan harapan, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering). Sungguh, pada yang demikian itu betul-betul terdapat gejala bagi kaum yang mengerti.

وَمِنۡ اٰيٰتِهٖۤ اَنۡ تَقُوۡمَ السَّمَآءُ وَالۡاَرۡضُ بِاَمۡرِهٖ‌ ؕ ثُمَّ اِذَا دَعَاكُمۡ دَعۡوَةً  ‌ۖ مِّنَ الۡاَرۡضِ ‌ۖ اِذَاۤ اَنۡـتُمۡ تَخۡرُجُوۡنَ
Wa min Aayaatihii an taquumas samaaa'u wal ardu bi-amrih; summa izaa da'aakum da'watam minal ardi izaaa antum takhrujuun
25. Dan di antara gejala (kebesaran)-Nya merupakan berdirinya langit dan bumi dengan kehendak-Nya. Kemudian apa-bila Dia mengundang kau sekali panggil dari bumi, saat itu juga itu kau keluar (dari kubur).

وَلَهٗ مَنۡ فِى السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ؕ كُلٌّ لَّهٗ قٰنِتُوۡنَ
Wa lahuu man fissamaawaati wal ardi kullul lahuu qoonituun
26. Dan milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Semuanya cuma kepada-Nya tunduk.

وَهُوَ الَّذِىۡ يَـبۡدَؤُا الۡخَـلۡقَ ثُمَّ يُعِيۡدُهٗ وَهُوَ اَهۡوَنُ عَلَيۡهِ‌ؕ وَلَهُ الۡمَثَلُ الۡاَعۡلٰى فِى السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ۚ وَهُوَ الۡعَزِيۡزُ الۡحَكِيۡمُ
Wa Huwal lazii yabda'ul khalqa summa yu'iiduhuu wa huwa ahwanu 'alaih; wa lahul masalul la'laa fissamaawaati wal-ard; wa Huwal 'Aziizul Hakiim
27. Dan Dialah yang mengawali penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih gampang bagi-Nya. Dia mempunyai sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

ضَرَبَ لَكُمۡ مَّثَلًا مِّنۡ اَنۡفُسِكُمۡ‌ؕ هَلْ لَّكُمۡ مِّنۡ مَّا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُكُمۡ مِّنۡ شُرَكَآءَ فِىۡ مَا رَزَقۡنٰكُمۡ فَاَنۡتُمۡ فِيۡهِ سَوَآءٌ تَخَافُوۡنَهُمۡ كَخِيۡفَتِكُمۡ اَنۡفُسَكُمۡ‌ؕ كَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الۡاٰيٰتِ لِقَوۡمٍ يَّعۡقِلُوۡنَ
Daraba lakum masalam min anfusikum hal lakum mimmaa malakat aymaanukum min shurakaaa'a fii maa razaqnaakum fa antum fiihi sawaaa'un takhaafuunahum kakhiifa tikum anfusakum; kazaalika nufassilul Aayaati liqawminy ya'qiluun
28. Dia bikin sebutan bagimu dari dirimu sendiri. Apakah (kamu rela jika) ada di antara hamba sahaya yang kau miliki, menjadi sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang sudah Kami berikan kepadamu, sehingga kau menjadi setara dengan mereka dalam hal ini, kemudian kau takut terhadap mereka sebagaimana kau takut terhadap sesamamu. Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti.

بَلِ اتَّبَعَ الَّذِيۡنَ ظَلَمُوۡۤا اَهۡوَآءَهُمۡ بِغَيۡرِ عِلۡمٍ‌ۚ فَمَنۡ يَّهۡدِىۡ مَنۡ اَضَلَّ اللّٰهُ ‌ؕ وَمَا لَهُمۡ مِّنۡ نّٰصِرِيۡنَ‏
Balit taba'al laziina zalamuuu ahwaaa'ahum bighairi 'ilmin famai yahdii man adallal laahu wa maa lahum min naasiriin
29. Tetapi orang-orang yang zhalim, mengikuti keinginannya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang sanggup memberi isyarat terhadap orang yang sudah disesatkan Allah. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.

فَاَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّيۡنِ حَنِيۡفًا ‌ؕ فِطۡرَتَ اللّٰهِ الَّتِىۡ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيۡهَا ‌ؕ لَا تَبۡدِيۡلَ لِخَـلۡقِ اللّٰهِ‌ ؕ ذٰ لِكَ الدِّيۡنُ الۡقَيِّمُ ۙ وَلٰـكِنَّ اَكۡثَرَ النَّاسِ لَا يَعۡلَمُوۡنَ
Fa aqim wajhaka liddiini Haniifaa; fitratal laahil latii fataran naasa 'alaihaa; laa taabdiila likhalqil laah; zaalikad diinul qaiyimu wa laakinna aksaran naasi laa ya'lamuun
30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus terhadap agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia sudah bikin insan menurut (fitrah) itu. Tidak ada pergeseran pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, namun pada biasanya insan tidak mengetahui,

مُنِيۡبِيۡنَ اِلَيۡهِ وَاتَّقُوۡهُ وَاَقِيۡمُوا الصَّلٰوةَ وَلَا تَكُوۡنُوۡا مِنَ الۡمُشۡرِكِيۡنَۙ
Muniibiina ilaihi wattaquuhu wa aqiimus Salaata wa laa takuunuu minal mushrikiin
31. dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah shalat dan janganlah kau tergolong orang-orang yang mempersekutukan Allah,
مِنَ الَّذِيۡنَ فَرَّقُوۡا دِيۡنَهُمۡ وَكَانُوۡا شِيَعًا ‌ؕ كُلُّ حِزۡبٍۢ بِمَا لَدَيۡهِمۡ فَرِحُوۡنَ
Minal laziina farraquu diinahum wa kaanuu shiya'an kullu hizbim bimaa ladaihim farihuun
32. yakni orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa besar hati dengan apa yang ada pada golongan mereka.

وَاِذَا مَسَّ النَّاسَ ضُرٌّ دَعَوۡا رَبَّهُمۡ مُّنِيۡبِيۡنَ اِلَيۡهِ ثُمَّ اِذَاۤ اَذَاقَهُمۡ مِّنۡهُ رَحۡمَةً اِذَا فَرِيۡقٌ مِّنۡهُمۡ بِرَبِّهِمۡ يُشۡرِكُوۡنَۙ
Wa izaa massan naasa durrun da'aw Rabbahum muniibiina ilaihi summa izaaa azaqahum minhu rahmatan izaa fariiqum minhum be Rabbihim yushrikuun
33. Dan apabila insan ditimpa oleh sebuah bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali (bertobat) kepada-Nya, kemudian apabila Dia menampilkan sedikit rahmat-Nya terhadap mereka, tiba-tiba sebagian mereka mempersekutukan Allah.

لِيَكۡفُرُوۡا بِمَاۤ اٰتَيۡنٰهُمۡ‌ؕ فَتَمَتَّعُوۡا فَسَوۡفَ تَعۡلَمُوۡنَ
Li yakfuruu bimaaa aatainaahum; fatamatta'uu fasawfa ta'lamuun
34. Biarkan mereka mengingkari rahmat yang sudah Kami berikan. Dan bersenang-senanglah kamu, maka kelak kau akan mengenali (akibat perbuatanmu).

اَمۡ اَنۡزَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ سُلۡطٰنًا فَهُوَ يَتَكَلَّمُ بِمَا كَانُوۡا بِهٖ يُشۡرِكُوۡنَ
Am anzalnaa 'alaihim sultaanan fahuwa yatakallamu bimaa kaanuu bihii yushrikuun
35. Atau pernahkah Kami menurunkan terhadap mereka keterangan, yang menerangkan (membenarkan) apa yang (selalu) mereka persekutukan dengan Tuhan?

وَاِذَاۤ اَذَقۡنَا النَّاسَ رَحۡمَةً فَرِحُوۡا بِهَاؕ‌ وَاِنۡ تُصِبۡهُمۡ سَيِّئَةٌ ۢ بِمَا قَدَّمَتۡ اَيۡدِيۡهِمۡ اِذَا هُمۡ يَقۡنَطُوۡنَ
Wa izaaa azaqnan naasa rahmatan farihuu bihaa wa in tusibhum sayyi'atum bimaa qaddamat aydiihim izaa hum yaqnatuun
36. Dan apabila Kami berikan sesuatu rahmat terhadap manusia, tentu mereka gembira dengan (rahmat) itu. Tetapi apabila mereka ditimpa sesuatu petaka (bahaya) lantaran kesalahan mereka sendiri, saat itu juga itu mereka berputus asa.

اَوَلَمۡ يَرَوۡا اَنَّ اللّٰهَ يَبۡسُطُ الرِّزۡقَ لِمَنۡ يَّشَآءُ وَيَقۡدِرُ‌ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوۡمٍ يُّؤۡمِنُوۡنَ
Awalam yaraw annal laaha yabsutur rizqa limai yashaaa'u wa yaqdir; inna fii zaalika la Aayaatil liqawminy yu'minuun
37. Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia harapkan dan Dia (pula) yang menangkal (bagi siapa yang Dia kehendaki). Sungguh, pada yang demikian itu betul-betul terdapat gejala (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman.

فَاٰتِ ذَا الۡقُرۡبٰى حَقَّهٗ وَ الۡمِسۡكِيۡنَ وَابۡنَ السَّبِيۡلِ‌ؕ ذٰلِكَ خَيۡرٌ لِّلَّذِيۡنَ يُرِيۡدُوۡنَ وَجۡهَ اللّٰهِ‌ۖ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ‏
Fa aati zal qurbaa haqqahuu walmiskiina wabnassabiil; zaalika khairul lil laziina yuriiduuna Wajhal laahi wa ulaaa'ika humul muflihuun
38. Maka berikanlah haknya terhadap saudara dekat, juga terhadap orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

وَمَاۤ اٰتَيۡتُمۡ مِّنۡ رِّبًا لِّيَرۡبُوَا۟ فِىۡۤ اَمۡوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرۡبُوۡا عِنۡدَ اللّٰهِ‌ۚ وَمَاۤ اٰتَيۡتُمۡ مِّنۡ زَكٰوةٍ تُرِيۡدُوۡنَ وَجۡهَ اللّٰهِ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُضۡعِفُوۡنَ
Wa maaa aataitum mir ribal li yarbuwa fiii amwaalin naasi falaa yarbuu 'indal laahi wa maaa aataitum min zaakaatin turiiduuna wajhal laahi fa ulaaa'ika humul mud'ifuun
39. Dan sesuatu riba (tambahan) yang kau berikan mudah-mudahan harta insan bertambah, maka tidak bertambah dalam persepsi Allah. Dan apa yang kau berikan berupa zakat yang kau maksudkan untuk menemukan keridhaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).

اَللّٰهُ الَّذِىۡ خَلَقَكُمۡ ثُمَّ رَزَقَكُمۡ ثُمَّ يُمِيۡتُكُمۡ ثُمَّ يُحۡيِيۡكُمۡ‌ ؕ هَلۡ مِنۡ شُرَكَآٮِٕكُمۡ مَّنۡ يَّفۡعَلُ مِنۡ ذٰ لِكُمۡ مِّنۡ شَىۡءٍ‌ؕ سُبۡحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشۡرِكُوۡنَ
Allaahul lazii khalaqa kum summa razaqakm summa yumiitukum summa yuhyiikum hal min shurakaaa'ikum mai yaf'alu min zaalikum min shai'; Sub haanahuu wa Ta'aalaa 'ammaa yushrikuun
40. Allah yang bikin kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kau sekutukan dengan Allah itu yang sanggup berbuat sesuatu yang demikian itu? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan.

ظَهَرَ الۡفَسَادُ فِى الۡبَرِّ وَالۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ اَيۡدِى النَّاسِ لِيُذِيۡقَهُمۡ بَعۡضَ الَّذِىۡ عَمِلُوۡا لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُوۡنَ
Zaharal fasaadu fil barri wal bahri bimaa kasabat aydinnaasi li yuziiqahum ba'dal lazii 'amiluu la'allahum yarji'uun
41. Telah terlihat kerusakan di darat dan di maritim disebabkan lantaran perbuatan tangan manusia; Allah mengharapkan mudah-mudahan mereka mencicipi sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).

قُلۡ سِيۡرُوۡا فِى الۡاَرۡضِ فَانْظُرُوۡا كَيۡفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلُ‌ؕ كَانَ اَكۡثَرُهُمۡ مُّشۡرِكِيۡنَ
Qul siiruu fil ardi fanzuruu kaifa kaana 'aaqibatul laziina min qabl; kaana aksaruhum mushrikiin
42. Katakanlah (Muhammad), "Bepergianlah di bumi kemudian lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka yakni orang-orang yang mempersekutukan (Allah)."

فَاَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّيۡنِ الۡقَيِّمِ مِنۡ قَبۡلِ اَنۡ يَّاۡتِىَ يَوۡمٌ لَّا مَرَدَّ لَهٗ مِنَ اللّٰهِ‌ۖ يَوۡمَٮِٕذٍ يَّصَّدَّعُوۡنَ
Fa aqim wajhaka lid diinil qaiyimi min qabli any yaatiya Yawmul laa maradda lahuu minal laahi Yawma'iziny yassadda'uun
43. Oleh lantaran itu, hadapkanlah wajahmu terhadap agama yang lurus (Islam) sebelum tiba dari Allah sebuah hari (Kiamat) yang tidak sanggup ditolak, pada hari itu mereka terpisah-pisah.

مَنۡ كَفَرَ فَعَلَيۡهِ كُفۡرُهٗ ‌ۚ وَمَنۡ عَمِلَ صَالِحاً فَلِاَنۡفُسِهِمۡ يَمۡهَدُوۡنَۙ
Man kafara fa'alaihi kufruhuu wa man 'amila saalihan fali anfusihim yamhaduun
44. Barangsiapa kafir maka beliau sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa melakukan kebajikan maka mereka merencanakan untuk diri mereka sendiri (tempat yang menyenangkan),

لِيَجۡزِىَ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا وَعَمِلُوۡا الصّٰلِحٰتِ مِنۡ فَضۡلِهٖ‌ؕ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الۡكٰفِرِيۡنَ
Li yajziyal laziina aamanuu wa 'amilus saalihaati min fadlih; innahuu laa yuhibbul kaafiriin
45. mudah-mudahan Allah memberi respon (pahala) terhadap orang-orang yang beriman dan melakukan kebajikan dari karunia-Nya. Sungguh, Dia tidak menggemari orang-orang yang ingkar (kafir).

وَمِنۡ اٰيٰتِهٖۤ اَنۡ يُّرۡسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرٰتٍ وَّلِيُذِيۡقَكُمۡ مِّنۡ رَّحۡمَتِهٖ وَلِتَجۡرِىَ الۡفُلۡكُ بِاَمۡرِهٖ وَلِتَبۡتَغُوۡا مِنۡ فَضۡلِهٖ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ
Wa min Aayaatihiii anyyursilar riyaaha mubashshi raatinw wa li yuziiqakum mir rahmatihii wa litajriyal fulku bi amrihii wa litabtaghuu min fadlihii wa la'allakum tashkuruun
46. Dan di antara gejala (kebesaran)-Nya yakni bahwa Dia mengantarkan angin selaku pembawa informasi gembira dan mudah-mudahan kau mencicipi sebagian dari rahmat-Nya dan mudah-mudahan kapal sanggup berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) mudah-mudahan kau sanggup mencari sebagian dari karunia-Nya, dan mudah-mudahan kau bersyukur.

وَ لَقَدۡ اَرۡسَلۡنَا مِنۡ قَبۡلِكَ رُسُلًا اِلٰى قَوۡمِهِمۡ فَجَآءُوۡهُمۡ بِالۡبَيِّنٰتِ فَانْتَقَمۡنَا مِنَ الَّذِيۡنَ اَجۡرَمُوۡا ‌ؕ وَكَانَ حَقًّا عَلَيۡنَا نَصۡرُ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ
Wa laqad arsalnaa min qablika Rusulan ilaa qawmihim fajaaa'uuhum bil baiyinaati fantaqamnaa minal laziina ajramuu wa kaana haqqan 'alainaa nasrul mu'miniin
47. Dan sungguh, Kami sudah menyuruh sebelum engkau (Muhammad) beberapa orang rasul terhadap kaumnya, mereka tiba kepadanya dengan menenteng keterangan-keterangan (yang cukup), kemudian Kami melaksanakan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan merupakan hak Kami untuk membantu orang-orang yang beriman.

اَللّٰهُ الَّذِىۡ يُرۡسِلُ الرِّيٰحَ فَتُثِيۡرُ سَحَابًا فَيَبۡسُطُهٗ فِى السَّمَآءِ كَيۡفَ يَشَآءُ وَيَجۡعَلُهٗ كِسَفًا فَتَرَى الۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۡ خِلٰلِهٖ‌ۚ فَاِذَاۤ اَصَابَ بِهٖ مَنۡ يَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِهٖۤ اِذَا هُمۡ يَسۡتَبۡشِرُوۡنَۚ
Allaahul lazii yursilur riyaaha fatusiiru sahaaban fa yabsutuhuu fis samaaa'i kaifa yashaaa'u wa yaj'aluhuu kisafan fataral wadqa yakhruju min khilaalihii fa izaaa asaaba bihii mai yashaaa'u min 'ibaadihiii izaa hum yastabshiruun
48. Allah-lah yang mengantarkan angin, kemudian angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan membuatnya bergumpal-gumpal, kemudian engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya terhadap hamba-hamba-Nya yang Dia harapkan tiba-tiba mereka bergembira.

وَاِنۡ كَانُوۡا مِنۡ قَبۡلِ اَنۡ يُّنَزَّلَ عَلَيۡهِمۡ مِّنۡ قَبۡلِهٖ لَمُبۡلِسِيۡنَ
Wa in kaanuu min qabli any yunazzala 'alaihim min qablihii lamublisiin
49. Padahal meskipun sebelum hujan diturunkan terhadap mereka, mereka betul-betul sudah berputus asa.

فَانْظُرۡ اِلٰٓى اٰثٰرِ رَحۡمَتِ اللّٰهِ كَيۡفَ يُحۡىِ الۡاَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا ‌ؕ اِنَّ ذٰ لِكَ لَمُحۡىِ الۡمَوۡتٰى ‌ۚ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ
Fanzur ilaaa aasaari rahmatil laahi kaifa yuhyil arda ba'da mawtihaa; inna zaalika lamuhyil mawtaa wa Huwa 'alaa kulli shai'in Qadiir
50. Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menggugah bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu bermakna Dia tentu (berkuasa) menggugah yang sudah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

وَلَٮِٕنۡ اَرۡسَلۡنَا رِيۡحًا فَرَاَوۡهُ مُصۡفَرًّا لَّظَلُّوۡا مِنۡۢ بَعۡدِهٖ يَكۡفُرُوۡنَ‏
Wa la'in arsalnaa riihan fara awhu musfarral lazalluu mim ba'dihii yakfuruun
51. Dan sungguh, jikalau Kami mengantarkan angin kemudian mereka menyaksikan (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), tentu setelah itu mereka tetap ingkar.

فَاِنَّكَ لَا تُسۡمِعُ الۡمَوۡتٰى وَلَا تُسۡمِعُ الصُّمَّ الدُّعَآءَ اِذَا وَلَّوۡا مُدۡبِرِيۡنَ
Fa innaka laa tusmi'ul mawtaa wa laa tusmi'us summad du'aaa'a izaa wallaw mudbiriin
52. Maka sungguh, engkau tidak akan sanggup membuat orang-orang yang mati itu sanggup mendengar, dan membuat orang-orang yang tuli sanggup mendengar seruan, apabila mereka berpaling ke belakang.

وَمَاۤ اَنۡتَ بِهٰدِ الۡعُمۡىِ عَنۡ ضَلٰلَتِهِمۡ‌ؕ اِنۡ تُسۡمِعُ اِلَّا مَنۡ يُّؤۡمِنُ بِاٰيٰتِنَا فَهُمۡ مُّسۡلِمُوۡنَ
Wa maa anta bihaadil 'umyi 'an dalaalatihim in tusmi'u illaa mai yuminu bi aayaatinaa fahum muslimuun
53. Dan engkau tidak akan sanggup memberi isyarat terhadap orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan engkau tidak sanggup memperdengarkan (petunjuk Tuhan) kecuali terhadap orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, maka mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).

اَللّٰهُ الَّذِىۡ خَلَقَكُمۡ مِّنۡ ضُعۡفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنۡۢ بَعۡدِ ضُعۡفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنۡۢ بَعۡدِ قُوَّةٍ ضُعۡفًا وَّشَيۡبَةً  ‌ؕ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُ ‌ۚ وَهُوَ الۡعَلِيۡمُ الۡقَدِيۡرُ
Allahul lazii khalaqa kum min du'fin summa ja'ala mim ba'di du'fin quwwatan summa ja'ala mim ba'di quwwatin du'fanw wa shaibah; yakhluqu maa yashaaa'u wa Huwal 'Aliimul Qadiir
54. Allah-lah yang bikin kau dari kondisi lemah, kemudian Dia membuat (kamu) setelah kondisi lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia membuat (kamu) setelah mempunyai pengaruh itu lemah (kembali) dan beruban. Dia bikin apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.

وَيَوۡمَ تَقُوۡمُ السَّاعَةُ يُقۡسِمُ الۡمُجۡرِمُوۡنَ مَا لَبِثُوۡا غَيۡرَ سَاعَةٍ ‌ؕ كَذٰلِكَ كَانُوۡا يُؤۡفَكُوۡنَ
Wa Yawma taquumus Saa'atu yuqsimul mujrimuuna maa labisuu ghaira saa'ah; kazaalika kaanuu yu'fakuun
55. Dan pada hari (ketika) terjadinya Kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah, bahwa mereka berdiam (dalam kubur) cuma sesaat (saja). Begitulah dulu mereka dipalingkan (dari kebenaran).

وَقَالَ الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡعِلۡمَ وَ الۡاِيۡمَانَ لَقَدۡ لَبِثۡـتُمۡ فِىۡ كِتٰبِ اللّٰهِ اِلٰى يَوۡمِ الۡبَـعۡثِۖ فَهٰذَا يَوۡمُ الۡبَـعۡثِ وَلٰـكِنَّكُمۡ كُنۡـتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ‏
Wa qoolal laziina uutul 'ilma wal iimaana laqad labistum fii kitaabil laahi ilaa yawmil ba'si fahaazaa yawmul ba'si wa laakinnakum kuntum laa ta'lamuun
56. Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata (kepada orang-orang kafir), "Sungguh, kau sudah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, hingga hari kebangkitan. Maka inilah hari kebangkitan itu, namun (dahulu) kau tidak meyakini(nya)."

فَيَوۡمَٮِٕذٍ لَّا يَنۡفَعُ الَّذِيۡنَ ظَلَمُوۡا مَعۡذِرَتُهُمۡ وَلَا هُمۡ يُسۡتَعۡتَبُوۡنَ‏
Fa Yawma'izil laa yanfa'ul laziina zalamuu ma'ziratu hum wa laa hum yusta'tabuun
57. Maka pada hari itu tidak berfaedah (lagi) ajakan maaf orang-orang yang zhalim, dan mereka tidak pula diberi peluang bertobat lagi.

وَلَقَدۡ ضَرَبۡنَا لِلنَّاسِ فِىۡ هٰذَا الۡقُرۡاٰنِ مِنۡ كُلِّ مَثَلٍ‌ؕ وَلَٮِٕنۡ جِئۡتَهُمۡ بِاٰيَةٍ لَّيَقُوۡلَنَّ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡۤا اِنۡ اَنۡتُمۡ اِلَّا مُبۡطِلُوۡنَ
Wa laqad darabnaa linnaasi fii haazal Quraani min kulli masal; wa la'in ji'tahum bi aayatil la yaquulannal laziina kafaruu in antum illaa mubtiluun
58. Dan bahwasanya sudah Kami jelaskan terhadap insan segala jenis sebutan dalam Al-Qur'an ini. Dan jikalau engkau menenteng sebuah ayat terhadap mereka, pastilah orang-orang kafir itu akan berkata, "Kamu hanyalah orang-orang yang bikin kepalsuan belaka."

كَذٰلِكَ يَطۡبَعُ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوۡبِ الَّذِيۡنَ لَا يَعۡلَمُوۡنَ‏
Kazaalika yatba'ul laahu 'alaa quluubil laziina laa ya'lamuun
59. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.

فَاصۡبِرۡ اِنَّ وَعۡدَ اللّٰهِ حَقٌّ‌ وَّلَا يَسۡتَخِفَّنَّكَ الَّذِيۡنَ لَا يُوۡقِنُوۡنَ
Fasbir inna wa'dal laahi haqqunw wa laa yastakhif fannakal laziina laa yuuqinuun
60. Maka bersabarlah engkau (Muhammad), sungguh, akad Allah itu benar dan sekali-kali jangan hingga orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan engkau.

Related : Al-Qur'an Surat Ke-30. Qs. Ar-Rum (Bangsa Romawi) 60 Ayat Terjemahan Bahasa Indonesia

0 Komentar untuk "Al-Qur'an Surat Ke-30. Qs. Ar-Rum (Bangsa Romawi) 60 Ayat Terjemahan Bahasa Indonesia"